BERBAGI ILMU

Tidak ada kata terlambat bagi orang yang ingin berusaha,Sukses Bagi Si-Rajin

— December 23, 2013
Definisi Perancangan Sistem Kerja — December 22, 2013

Definisi Perancangan Sistem Kerja

Perancangan Sistem Kerja dalah Suatu ilmu yang terdiri dari teknik-teknik dan prinsip-prinsip untuk mendapatkan rangcangan terbaik dari sistem kerja yang EASNE . Teknik-teknik dan prinsip ini digunakan untuk mendapakan suatu sistem kerja yang efektivitas , efisiensi , aman , sehat , dan nyaman , biasa di singkat sebagai EASNE.

Sistem kerja terdiri dari empat komponen, yaitu:
1. Manusia
2. Bahan
3. Perlengkapan
4. Peralatan (Mesin)
Komponen-komponen itulah yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas pekerja.

Efisiensi adalah suatu hal yang terpenting yang dikehendaki dari rancangan suatu sistem kerja dan dapat didefinisikan sebagai output dan input.

Continue reading

Soal dan Pembahasan Probabilitas dan Statistika — August 27, 2014

Soal dan Pembahasan Probabilitas dan Statistika

2.95. In a certain region of the country it is known from past experience thet the probability of selecting an adult over 40 years of age with cancer is 0.05. if the probability of a doctor correctly diagnosing a persong with cancer as having the disease is 0.78 and the probability of incorrectly diagnosing a persong with without cancer as having the diease is 0.06, what is the probability that an adult over 40 years of age is diagnosing as having cancer?

20140827_145727

Continue reading

The high-performance work system — January 11, 2014

The high-performance work system

Nama   : Alfattah Azis

NIM    : 112123324 / 1102121285

Kelas   : TI- 36- 05

The high-performance work system

 

Keywords

Performance management, Labout efficiency, Employees productivity, and, Management

 

Abstract

The latest trend is the high performance work system. The implementation of such a system is not based around one department, but focuses on firm-wide change. Key elements are workplace restructuring, retraining of workers and adding new technology. It has been found that by improving the flow of information through workplace redesign, using state of the art technology and empowering employees by training them to be daily decision makers, productivity and overall quality of production increases significantly. The implementation of a high performance work system can be risky and costly but the US Government is currently developing ways to aid companies so that they can take advantage of the benefits that can result from the implementation of such a successful system.

Continue reading

Cara Settingan VPN Telkom Uiniversity — January 5, 2014
Soal Latihan UAS Fisika I — January 1, 2014

Soal Latihan UAS Fisika I

<a href=”http://www.4shared.com/office/D90uRDmB/latihan-uas-ittelkom.html&#8221; target=_blank><img src=”http://dc607.4shared.com/img/D90uRDmB/1434db2c0c8/latihan-uas-ittelkom.pdf&#8221; border=”0″></a>

Solusi Soal Latihan UAS 2012

<a href=”http://www.4shared.com/office/dJv1ZLeD/solusi-latihan-uas.html&#8221; target=_blank><img src=”http://dc607.4shared.com/img/dJv1ZLeD/1434db2dc20/solusi-latihan-uas.pdf&#8221; border=”0″></a>

Materi Responsi APK & E — December 26, 2013
Uji Chi-Square —

Uji Chi-Square

  1. Pengertian Uji Chi-Square

Uji chi-square di sebut juga dengan Kai Kuadrat. Uji chi-squeare adalah salah satu uji statistic no-parametik (distibusi dimana besaran – besaran populasi tidak diketahui) yang cukup sering digunakan dalam penelitian yang menggunaka dua variable, dimana skala data kedua variable adalah nominal atau untuk menguji perbedaan dua atau lebih proporsi sampel. Uji ­chi-square diterapkan pada kasus dimana akan diuji apakah frekuensi yang akan di amati (data observasi) untuk membuktikan atau ada perbedaan secara nyata atau tidak dengan frekuensi yang diharapkan. Chi-square  adalah teknik analisis yang digunakan untuk menentukan perbedaan frekuensi observasi (Oi) dengan frekuensi ekspektasi atau frekuensi harapan (Ei) suatu kategori tertentu yang dihasilkan. Uji ini dapat dilakukan pada data diskrit atau frekuensi.

Pengertian chi-quare atau chi kuadrat lainya adalah sebuah uji hipotesis tentang perbandingan Antara frekuensi observasi dengan frekuensi harapan yang didasarkan oleh hipotesis tertentu pada setiap kasus atau data yang ambil untuk diamati. Uji ini sangat bermanfaat dalam melakukan analisis statistic jika kita tidak memiliki informasi tantang populasi atau jika asumsi-asumsi yang dipersyaratkan untuk penggunaan statistic parametric tidak terpenuhi. Chi kuadrat biasanya di dalam frekuensi observasi berlambangkan dengan frekuensi harapan yang didasarkan atas hipotesis yang hanya tergantung pada suatu parameter, yaitu derajat kebebasan (df).

Chi kuadrat mempunyai masing–masing nilai derajat kebebasan, yaitu distribusi (kuadrat standard normal) merupakan distribusi chi kuadrat dengan d.f. = 1, dan nilai variabel tidak bernilai negative. Kegunaan dari chi square untuk menguji seberapa baik kesesuaian diantara frekuensi yang teramati dengan frekuensi harapan yang didasarkan pada sebaran yang akan dihipotesiskan, atau juga menguji perbedaan antara dua kelompok pada data dua kategorik untuk dapat menguji signifikansi asosiasi dua kelompok pada data dua katagorik tersebut.

Uji chi-square merupakan uji non parametris yang paling banyak digunakan. Namun perlu diketahui syarat-syarat uji ini adalah: frekuensi responden atau sampel yang digunakan besar, sebab ada beberapa syarat di mana chi square dapat digunakan yaitu:

  1. Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga Actual Count (F0) sebesar 0 (Nol).
  2. Apabila bentuk tabel kontingensi 2 X 2, maka tidak boleh ada 1 cell saja yang memiliki frekuensi harapan atau disebut juga expected count (“Fh”) kurang dari 5.
  3. Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misak 2 x 3, maka jumlah cell dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%.

Rumus chi-square sebenarnya tidak hanya ada satu. Apabila tabel kontingensi bentuk 2 x 2, maka rumus yang digunakan adalah “koreksi yates”. Untuk rumus koreksi yates, sudah kami bahas dalam artikel sebelumnya yang berjudul “Koreksi Yates“.
Continue reading

Organisasi Ergonomi Internasional — December 25, 2013

Organisasi Ergonomi Internasional

1 ASEAN
Association Of South East Asian Nation Mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial dan memajukan pendidikan di Asia Tenggara
2 AFTA
Asean Free Trade Area Menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang bebas dari hambatan perdagangan regional/Internasional
3 NAFTA
North American Free Trade Area Membuat persetujuan perjanjian dalam perdagangan internasional dan memberikan hak bebas perdagangan di wilayah Amerika Utara
4 APEC
Asia Pacific Economic Cooperation Meningkatkan kerjasama di kawasan Asia Pasifik
5 OPEC
Organisation Of Petroleum Exporting Countries Menjaga dan melindungi harga minyak pasar dunia dan menghimpun negara-negara penghasil dan pengekspor minyak
6 WTO
World Trade Organisation Mengatur Arus perdagangan dan menghindari adanya rasa dirugikan dan perdagangan
7 IMF
International Monetary Fund Membantu Negara-negara anggota untuk mengatasi ketidakseimbangan dalam neraca pembayaran luar negeri.
Membantu perluasan perdagangan internasional yang seimbang dan membantu perekonimian Negara anggota
8 IBRD
International Bank Recontruction Development Memberikan pinjaman kepada Negara yang sedang berkembang
Continue reading

Prinsip – Prinsip dalam Desaing Ergonomi —

Prinsip – Prinsip dalam Desaing Ergonomi

These principles invite the de-signer to think about design limitations, starting points, specific concerns, and the like. A number of such principles are outlined in the following section.

Principle 1-1. Select people to fit their machines and jobs.

This principle really means that at times ergonomic specialists need to choose people for particular jobs because of individual differences in knowl-edge, abilities, and skills. Many people cannot tolerate assembly lines because of the monotony, while others like them because the mental demands are so small. Ergonomic specialists also need to modify employee knowledge, abilities, and skills through training.

Principle 1-2. Take advantage of human attributes by expanding require-ments for human abilities so that people can better perform their roles.

More simply stated, too much focus on human limitations may cause you to miss opportunities to improve the system. Besides this, many people pre-fer to work with systems in which their abilities shine. The next principle treats human limitations more as an opportunity.

Principle 1-3. Overcome human limitations so that those limitations do not become system limitations.

There are many clear and obvious ways to accomplish this goal. Power tools magnify human motor abilities in terms of speed, strength, and durabil-ity. Magnifying glasses enhance visual sensitivity, and special sensors convert electromagnetic waves, outside of human sensory abilities, into important in-formation. Quality- and inventory-control systems help identify causes of lost productivity. These features need to be captured and harnessed to enhance human abilities, overcome human limitations, and to do these things in a way that promotes user-owner accep-tance.
Continue reading

Kunjungan Industri —

Kunjungan Industri

Kunjungan Industri ke PT. SINAR SOSRO

B4

Kunjungan Industri ke PT.SINAR SOSRO, ini yang pertama kali aku mengikuti kunjungan industri yang di adakan oleh Lab Analisis Perancangan sistem Kerja dan Ergonomi (APK & E) Telkom University. Kunjungan ini diadakan hari Senin 23 Desember 2013. Kunjungan ini di adakan untuk menambah pengetahuan, bagaimana proses teh botol sosro dan awal mula berdirinya PT.SINAR SOSRO..

SOSRO merupakan pelopor produk teh siap minun dalam kemasan yang pertama di indonesia. Nama SOSRO diambil dari nama keluarga pendirinya yakni SOSRODJOJO.

Tahun 1940, Keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di sebuah kota kecil bernama Slawi di Jawa Tengah. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol dimana daerah penyebarannya masih di seputar wilayah Jawa Tengah.

pada tahun 1974 didirikan PT SINAR SOSRO yang merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia. Model botol untuk kemasan Tehbotol Sosro mengalami tiga kali perubahan yakni : 

1. Botol Versi I 
Dikeluarkan pada tahun 1970 dengan merek TEHCAP BOTOL SOFT DRINK SOSRODJOJO

2. Botol Versi II 
Dikeluarkan pada tahun 1972 dengan merek TEH CAP BOTOL (dengan penulisan ”CAP” lebih kecil, sehingga orang lebih membaca TEH BOTOL), selain itu Penulisan Soft Drink dihilangkan, dan tulisan TEH BOTOL diganti dengan warna merah putih yang menggambarkan produk asli Indonesia. Penulisan Sosrodjojo juga disingkat menjadi SOSRO dalam logo bulat merah.

3. Botol Versi III 
Pada tahun 1974, terjadi perubahan design botol yang ke-III. Design botolnya tidak seperti botol versi I & II. Dengan bentuk botol yang baru dan perubahan pada penulisan merk TEHBOTOL SOSRO pada kemasannya. Design botol ke-III ini diperkenalkan seiring dengan didirikannya pabrik PT. SINAR SOSRO yang pertama di daerah Cakung, Jakarta.

Bisnis SOSRO sampai dengan saat ini sudah dijalankan oleh tiga Generasi SOSRODJOJO yakni :

sosro

  • Generasi Pertama (Pendiri Grup Sosro) :
    • Bapak Sosrodjojo
  • Generasi Kedua
    • Bapak Soemarsono Sosrodjojo
    • Bapak Soegiharto Sosrodjojo
    • Bapak Soetjipto Sosrodjojo
    • Bapak Surjanto Sosrodjojo
  • Sejak awal tahun 1990, bisnis ini telah mulai dikelola oleh cucu Bapak Sosrodjojo atau dapat juga disebut dengan Generasi Ketiga

Referensi : http://www.sosro.com

Kumpulan Tugas Material Teknik —

Kumpulan Tugas Material Teknik

Kumpulan Tugas-Tugas Material Teknik

Kali ini aku shared kumpalan tugas-tugas material teknik Ti-36-05. Tugasnya aku shared mungkin saja ada yang butuh referensi tambahan dan ini bisa jadi bahan acuan untuk mengerjakan tugas teman-teman terutama teman kelas aku Ti-36-05. Tugas material teknik ini ada sekitar kurang lebih dari 40 file.

Link Download
Tugas Material Teknik V1.rar
Tugas Resume dan Tugas Merangkum.rar

Terima Kasih Semoga Bermanfaat untuk Teman-Teman

%d bloggers like this: